Selasa, 31 Desember 2019

Refleksi akhir tahun 2019 masehi



Rasanya perlu ngetik ini.ceritakan hal-hal yang sudah terjadi 1 tahun belakangan. Tapi gak akan diketik per time line-an. Tapi mau ketik per sektor apa yang telah dilewati dimulai dari.. you know lah wkwk silahkan tebak sendiri hehe

Awal tahun ternyata jadi keputusan yang berat untuk mengakhiri taaruf, sebenarnya bukan berat hanya saja lika-likunya sudah terlalu dalam, hingga akhirnya melepas dan tidak mempertahankan. Nyatanya bulan berikutnya lamaran.. dan 5 bulan selanjutnya nikah. Benar-benar ngerasa ini apa betulkah ? wkwk. Bukan gak percaya.. hanya saja bisa ya perubahan nya terjadi sekilat itu ? tapi apa yang tidak jika allah tlah berkehendak. Flashback..gila malu-malu digandeng dsb, ternyata aku juga punya malu gaes ;’) wkwk. Udah ya. Romantisnya lewat.

Momen selanjutnya LDM, salah satu senior ingatin. Katanya harus kuat nantinya. Pertamanya gak ngerti harus kuat apa ? setelah dijalani akhirnya mengerti... banyak hal yang harus dikuatin, ini ngetik aja masih di-kuat-in, you know rasanya waktu galau lama? *nanya ke diriku yang dulu* Gitu yang aku rasakan sekarang, nyeri dadanya gak ilang-ilang, even aku yang anak medis sendiri gak tau ini apa. Besok-besok kayaknya harus cek EKG deh. Pas nge cek sambil mata bengkak wkwk

Udah lah ya ? ngeluh gak akan menyelesaikan apa-apa. Apa yang terjadi sekarang cukup disyukuri, toh semua akan lewat, layaknya tahun lalu aku nangis karena perkara “nikah” sekarang juga nangis perkara pasca nikah ckck. Emang ya, orang yang bawaannya melankolis dan  mau dia sebelum atau sesudah ya kalo dari sananya begitu bakalaaan seperti itu.

Sisi lain tentunya aku bersyukur dong. Dapat dia yang dewasa, yang bisa nasehatin blabla, tentunya bisa ditanyain perkara dakwah, yang bisa nasehatin 1 jam hanya bahas 1 topik otolongg wkwk.

Pada akhirnya cuman mau bilang nikah itu definisinya apa sih ? cuman mau cari bahagia dengan adanya pasangan baru dalam hidup kamu ? cuman mau jadikan  “status” ini pelarian dari pertanyaan lainnya atau apa ? buat definisimu sendiri. Perlu bocoran kah ? wkwk. Satu lagi suami itu sebenarnya apa ? tempat kamu yang-yangan dengan dia atau apa ? ini lagi nasehatin ke diri sendiri ya.

Tapi kalo aku ditanya untuk definisi itu, aku akan jawab. Nikah hanya salah satu dari berbagai media untuk lebih dekat beribadah kepadaNya, dan suami adalah partner, sebagai teman, penasehat terbaik atau yang akan saling mengingatkan jika salah satunya sudah muali keluar koridor. Ingatkan aku ya ?
Tahun ini juga alhamdulillah wisuda, terus buat seminar besar sekelas internasional, memilih internship di poso yang awalnya maunya dimorowali. Masya allah, milih di poso itu ya.. menurutku gak pernah salah, segi ilmu dapat, segi pendapatan dapat, segi dakwah dapat..

Sudah 6 bulan di poso. Alasan kemarin kenapa milih poso awalnya karena daerah konflik jadi kepikiran mungkin bakalan dapat kasus kena peluru gitu kan wkwk. Tapi ternyata belum dapat kasus seperti itu. Disisi lain malah dapat kasus yang unik-unik lainnya. Ini pertama kalinya merantau yang betul-betul merantau jauh dari siapa-siapa dan tidak ada keluarga sama sekali.

Poso.. terkenal karena daerah konfliknya. Selebihnya ketika datang pertama kali malah kesanya kota yang ramai, dan tidak terlalu luas, jadi jangkauan kemana-mana mudah. Yang paling berkesan selama 6 bulan ini sisi keagamaanya wilayah ini. Mereka (baik muslim/ataupun penganut agama lainnya) sangat mendalami apa yang mereka anuti. Contohnya muslim disini, selalu buat kegiatan pawai akbar atau masyiroh/ turun kejalan terkait permasalahan umat pakai bendera tauhid, selalu as always kajian ditiap kelurahannya, ada daerah yang tentunya mayoritas non pastinya gak bikin kajian. Salah satunya yang menarik ya seperti sekarang, malam pergantian tahun namun  mesjidnya dipenuhi untuk dzikir ataupun putar murottal (alasan dari berbagai alasan lainnya kenapa gak pulang balik ke palu untuk ikut liburan).

Hal menarik selanjutnya terkait poso selain makanan serba “seafoodnya” adalah sisi politiknya. Isu yang hangat terkait pengerukan danau poso yang tujuannya menambah debit volume air untuk pasokan listrik se daerah poso, namun nyatanya sebagian besar listriknya digunakan untuk keperluan lain di “kota lain” tentunya.

Isu lain berupa dibentuknya komunitas-komunitas yang dengan sengaja menamakan serta mengidentitaskan dirinya sebagai pemuda daerah yang  memiliki tujuan untuk membendung radikalisasi yang ada didaerah ini. Sayangnya radikal yang dimaksud tidak memiliki definisi yang jelas dan cenderung berkonotasi negatif, bagi beberapa orang hal ini hanya berarti biasa, namun jika kita lebih “ jeli” dalam memperhatikan ternyata ada maksud lain dibalik hal ini. Paragraf ini akan dibuat ulasan lebih jauh, untuk sementara tulisan ini saya sudah sampai sini. Sekian. Dadahh

Poso-Lawanga
21.43 WITA
31 Desember 2019 –menunggu pergantian tahun masehi
Ditemani kipas angin turbo merk miyako.

Senin, 23 Desember 2019

udah. jangan nangis

Udah. Jangan nangis
Entar serum malam kamu luntur

Udah jangan nangis
Entar mata kamu bengkak
Besok tampakan kamu makin aneh

Udah jangan nangis
Jalani saja.
Toh nanti juga usai.

Senin. 23 des 2019.
23.46 WITA
Palu-Miangas.
First time ngetik pake hp wk

Kamis, 19 Desember 2019

G.A.L.A.U

malam sudah larut
air mata masih saja tak ingin surut
pelupuk mata memanggil untuk mengeringkannnya
namun sayang hati masih terbawa suasana

lebih 6 bulan
hampir setiap bulan ada momen seperti ini
uring-uringan, nyeri dada, pengen marah, berusaha mengerti, tapi disatu sisi ingin sekali dimengerti

momen dimana kita masih belajar satu sama lain
namun jarak membuatnya lebih sulit, ujiannya bahkan berkali lipat rasanya.
pada malam, aku lelah seperti ini
pada bulan, tolong ini kali terakhir seperti ini, please yah ?
-------------------------------------------------------------------------------------------------

hari ini, lagi jengkel banget, suatu hari nanti baca tulisan ini pasti lucu terus sambil senyum-senyum sendiri, usia seperti sekarang, masih curhat sok ngambekan.
besok pokoknya gak mau teguran. terserah mau dibilang kekanakn atau apa.
biasanya kalo ngambekan gini yang kena sialnya pasti saya haha, semoga gak lah.

btw ini akhir bulan, sudah hampir 3 tahun belakangan pastii ada aja kejadian yang tidak mengenakkan, semoga tahun ini tidak ada, amin.

tadi ada yang nanya, waktu berdoa minta jodoh, doa saya itu seperti apa
seketika saya sadar.. untuk segala hal yang telah diraih
ternyata dulu ada kesusah payahan, ada doa yang tidak pernah usai di ucapkan, ada semangat yang gak boleh surut, ada air mata yang kadang meniti di pipi bahkan ada optimis yang telah patah
maka.. hargai hasil yang kamu raih sekarang, tak mudah, meskipin sekarang kamu melihatnya itu mudah

hari ini, sering banget ditanyain sudah hamil belum?
kemarin-kemarin senyum-senyum, kemarinnya lagi santai aja, kemarinnya lagi mulai jengkel ditanya seperti itu, hingga hari in jika ditanya hal serupa hanya bisa bilang mohon doanya..
mau gimana lagi, kami juga berusaha, yang menitipkan rezeki mungkin belum saatnya, mungkin kina harus lebih siap lagi nantinya. gitu saja sih, yang penting tetap semangat hehe

Poso-Lawanga, 19 Desember 2019
23.35 WITA
Lagi nunggu air nyala

Rabu, 18 Desember 2019

What if

dari tadi niatan mau ngetik, tapi gak juga jadi-jadi
kali ini niatan ini harus direalisasikan dan harus di istiqomahi
dan inilah aku yang sedang mengetik malam ini

hei, lagi apa ?
beberapa hari in aku mikirin kamu
mungkin karena aktivitasku kurang
makanya siklusnya gini lagi hehe
lagi kangen saja

what if
aku gak jadi nikah sama kamu
pernah gak sih kamu mikir balik gitu ?
aku pernah, kemudian membayangkan kalo bukan kamu orangnya
untuk sudah sejauh ini, makasih untuk tetap sayang

kadang rasanya aneh ya kita
kita yang buka siapa-siapa bisa saling menyayangi satu sama lain
kan kita asing, hanya bertemu dipersimpangan jalan untuk memulai jalan baru yang kita sepakati

hari-hari melelahan ini akan hilang, ya kan ?
lelah gak sih jauh-jauhan?
kangen-kangenan?
temenku sampai bilang "kamu kuat ya LDM gini"
aku gak kuat, cuman ALLAH yang nguatin hehe

banyak banget kegalauan sekarang
tapi aku yakin semua akan reda, aku hanya perlu bersabar dan terus berusaha
semangatin aku ya ?

besok-besok baca tulisan ini pasti ngakak wkwk

Poso-Lawanga, 19 Desember 2019
00.19 WITA
ditulis dari aku yang gak bisa tidur karena kebanyakan tidur siang

Selasa, 05 Maret 2019

Jalan Cinta Para Pejuang

Penulis : Salim A. Fillah
Hal : 339 Halaman
Penerbit : Pro-U Media

Sebenarnya, saya adalah tipe orang yang suka baca buku yang khas akan cinta-cinta tapi gak yang cinta mendayu-dayu begitu. Suka-lah baca quote begitu, semacam mewakiliii aku banget begitu wkwk.

nah lanjut, bertemulah saya dengan buku ini. Kebetulan saya adalah peminat karya-karya beliau, bahasanya ringan-ngena-menasehati tanpa rasa seperti dimarahi-mengajari tapi tidak merasa terdikte.
Bukunya yang sebelumnya sudah pernah saya baca itu judulnya "Sunnah sedirham surga" pengen beli yang lain, apaah daya budget tidak cukup. Dulunya saya haus akan buku-buku novel, pelan-pelan buku-buku seperti ini bagus dibaca untuk kita yang pengen hijrah dari cerita alay cendol yang akhirnya bisa ketebak.

Dari judulnya jalan cinta para pejuang, yang bisa saya maknai sebagai jalan dakwah-jalan perjuangan-jalan yang tidak mudah akan dilalui- tapi itu baru covernya, liat keterangan buku dibawahnya membuat saya tambah bersemangat ingin membacanya kira-kira tulisannya berbunyi "Jika Kita menghijrahkan cinta dari kata benda menjadi kata kerja.." indah sekali awalan katanya, saya sampai berpikir, ini beliau baca buku apasih sampai nulis sekeren ini wkwk

Seperti pengantar penjelasan buku ini, bahwa bukunya bisa dibaca tanpa memperhatikan atau mengikuti alur bab. tapi saya anaknya kaku yaa jadi tetap ikut alur wkwk. Secara keseluruhan, beliau mengawali penjelasannya dengan sejarah di zaman rasul, yang membuat kita rasa-rasanya ikut berperang di zamannya-ikut nangis pas beliau nangis-ikut bahagia saat beliau bahagia

Halaman awal-awal buku ini sangat  membuat saya teratrik karena bagi saya yang anak kesehatan ini, tidak mudah bagi penulis yang basenya bukan kesehatan mengangkat atau mengantar kita pada permasalahan ini, beliau mengambil cerita tentang OCD (obsessive compulsive disorder) yak. begitulah wkwk.

overall, biasanya setiap buku yang saya baca, saya punya halaman atau paragraf terfavorit! tapi ini suliiiit hampir setiap halamannya itu favorit :( hiks wkwk.sangat disaranka
n tuk dibaca ya teman-teman

Jumat, 11 Januari 2019

Tentang Ketaatan

aku cukup tersadarkan dengan salah satu postingan di akun medsos dagelan, katanya "kita pernah sedekat desember ke januari, dan sekarang kita sejauh dari januari ke desember" lumayan menggelitik menurutku.

kurasa cerita kehidupanku belakangan ini seperti itu. rasanya baru kemarin mengambil keputusan, dan baru hari ini melepaskan keputusan. dan baru sekarang aku rasakan efeknya wkwk, aneh banget ya.

tolong jangan tanyakan itu apa, aku hanya ingin dimengerti dan di doakan untuk saat ini.

btw, tentang ketaatan. hal ini sangat mempengaruhi keputusanku. Beberapa Bulan atau minggu kemarin, sempat bersitegang dengan orang terdekatku soal keputusan yang aku ambil. Jujur, bagi diriku pribadi, keputusan yang aku ambil bukan karena keinginanku, tapi semata-mata aku memang ingin taat. Ingin syariat terterapkan diseluruh aspek kehidupan, bukan dikerjakan hanya sebagian.

Proses terus berjalan, akhirnya dibenturkan dengan masalah yang akhirnya saya mengambil jalan tengah untuk menyudahi keputusan. Semacam menyerah, kalian kecewa nggak ? wkwk pun begitu yang aku rasakan sekarang, sampai bertanya pada diri sendiri, mana sakina yang kemarin dengan mudah memutuskan ? mana sakina yang kemarin bilang semudah itu ? namanya juga pikiran gaes, efeknya belakangan.

untuk saat ini, kita perlu mengambil jarak, melihat kebelakang atas segala kesalahan yang pernah termasuk aku perbuat. tau gak tanda-tanda yang allah selalu berikan ? Entah akubuka bacaan baik majalah maupun bacaan di medsos (bacaan juga itu caption ee wkwk) selalu menemukan kata "taat" seakan Allah memberi tahuku "kamu harus taat kepadaku, bukan kepada yang lain, syariatky harus ditegakkan kin" inginku menjawab "tunjukilah ya rabb, hamba benar-benar bingung dibuat mereka yang tidak ingin memberi solusi, dan hanya berharap dariku yang harus merubahnya"

sampai seseorang berkata, jangan pernah menyesal dengan keputusan yang kamu ambil. sejauh ini tidak menyesal, karena yangku pilih juga mereka yang kusayangi.

kesimpulannya : untukmu yang sedang-proses-menuju-ketaatan pada Allah dalam segala hal termasuk, berusaha pakai jilbab yang sebetulnya, tidak terlibat dalam proses riba, berusaha mencari pekerjaan halal. ingat kamu tidak sendiri, setidaknya ada Allah. meskipun berat. Istiqamahlah. Semangat. Selain kata-kata ini siapa lagi yang bakalin nyemanagtin kamu ? meskipun tulisan ini gak bakalan bisa mnegerti masalah kamu :)

Sabtu, 08 Desember 2018

Pesan MAMA minggu ini

Usahakan selalu masak di rumah.. akan beda rasa masakan dirumah dibanding makan diluar tentunya kalo dibikinin orang lain.. jangan sampai mereka jadi lebih sering rasa yang orang lain buat dibanding buatanmu.

Pintar-pintarlah menempatkan diri.
jangan lupa bebersih sebelum tidur.

rasanya masih lama,
tapi di tappering begini kayaknya jadi udah gak lama

btw, aku memang bisa masak, tapi kalo dihadapan yang lebih tua kadang aku gugup. piring berjatuhan dan sebagainya.

aku udah tau takaran untuk ikan masak sama agar-agar. sederhana kan ? banget. tapi aku tipe apa-apa harus ditakar. susahnya ya disitu. kapan-kapan kita sambung lagi ya ?

Rabu, 12 September 2018

Wakil Rakyat, Penyuapan Birokrat, dan Korupsi. Pusaran tiada Akhir buah demokrasi


Berhembusnya isu terkait penyalahgunaan dana perimbangan daerah pada rapat anggota DPR tak terlepas dari adanya bukti penangkapan sejumlah petinggi partai serta pejabat Kementerian keuangan. Hal ini dibenarkan oleh salah satu juru bicara KPK, Febri Driansyah. Beberapa kepala daerah serta PNS dari pemerintahan dilakukan pemeriksaan guna menelusuri alokasi dana Anggaran APBD yang diduga berkaitan langsung dengan dana perimbangan (cnn.com)
Berselang beberapa hari selanjutnya, kembali masyarakat dibuat kaget dengan berita berupa mantan narapidana pelaku korupsi diperbolehkan untuk mengajukan diri sebagai calon legislatif. Beberapa petinggi partai, menentang adanya keputusan tersebut. Adanya inkonsistensi pada Baawaslu dalam penetapan peraturan, menimbulkan kegaduhan. Disisi lain, pihak Bawaslu mengaku bahwa mereka tidak melakukan intepretasi sendiri atas penerapan hukum tersebut. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Bawaslu, Abhan. Beliau menyatakan dalam penetapan calon legislatif tidak ada peraturan yang bertuliskan secara konkrit bahwa mantan narapidana dilarang untuk mencalonkan diri kembali menjadi anggota legislatif. Kontradiktif dengan hal tersebut, PKPU sendiri mengeluarkan peraturan  dimana mereka melarang mantan narapidana korupsi untuk melakukan pencalonan kembali sebagai anggota legislatif (republika.com)
Salah satu peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia, Lucius Karus, memprediksikan bahwa kursi DPR untuk periode 2019-2024 akan di ramaikan oleh koruptor kembali. Hal ini didasarkan dari keputusan bawaslu yang terkesan acuh terhadap permasalahan yang cukup serius di lingkup DPR. Tak hanya itu, beliau juga meyakinkan dampak yang ditimbulkan akan lebih besar. Bagaimana tidak, jika bawaslu mengizinkan  bakal calon legislatif berasal dari mantan koruptor, tidak menutup kemungkinan, dimasa depan ketika melalukan korupsi kembali mereka akan berlindung dibalik nama Bawaslu itu sendiri. (cnn.com)
Adanya perpecahan perspektif dalam penetuan lolos tidaknya mantan narapidana korupsi, tidak terlepas dari peran besar Bawaslu. Kita ketahui sendiri, bahwa bawaslu memiliki fungsi sebagai badan pengawas. Hilangnya fungsi pengawasan serta lemahnya penggunaan sumber hukum menjadi salah satu kelemahan penerapan hukum di negeri ini. Terlepas dari hal tersebut, berita mengenai korupsi seperti tak ada habisnya di negeri ini. Lain pihak, terbuka lebarnya kesempatan pada wakil rakyat untuk mengalokasikan anggaran pembelajaan suatu daerah, sangat rentan membuka peluang bagi para pelaku korupsi untuk melakukan kejahatan
Hampir seluruh rakyat indonesia pasti akan lelah mendengar kata “wakil rakyat”. Bagaimana tidak, mereka yang diibaratkan sebagai perpanjangan tangan rakyat yang pada pundaknya diharapakan mewakili aspirasi mereka, malah menggunakan dana rakyat untuk kepentingan pribadinya. Wajar saja, jika rakyat akan bersikap apatis pada pemerintahan. Layaknya  hidup enggan mati tak mau. Disatu sisi mereka yang kesusahan ingin suaranya didengar dan dibantu oleh pemerintah, disisi lain ternyata mereka yang dipercayakan jabatan memakan dana yang dipercayakan pada mereka.
Utopia pada penerapan demokrasi yang begitu di elukan pada negara ini membuat kita sebagai masyarakat memandang kabur persoalan yang ada. Digaungkannya asas demokrasi berupa bebas, umum, langsung, rahasia, jujur serta adil, membuat masayarakat mengalami halusinasi sementara akan permasalahan. Bagaimana tidak, ditengah kesusahan yang ada diantara masyarakat, adanya penyelewengan dana tidak dapat diketahui oleh mereka. Hingga terjadi kesusahan, infrastruktur yang rapuh, kelangkaan sumber daya di suatu daerah barulah diketahui sumber permasalahnnya.
Sampai kapan masyarakat akan tertipu dengan sistem demokrasi ini ? Begitu rapuhnya sistem buatan ini  menyebabkan potensi besar kerusakan terjadi di lingkup setingkat negara. Jika masih berbicara dalam lingkup keluarga mungkin ada batasan yang dapat di tolerir, beda hal nya jika lingkup negara. Dimana fungsi negara harusnya meindungi serta mengayomi rakyatnya. Namun, dibiarkan nya penjilat-penjilat negeri ini kembali mencalonkan diri berarti sama besarnya memberi mereka peluang secara bebas meraup keuntungan pribadi yang berimbas pada kesengsaraan rakyat.
Dilain pihak, pembenturan dalam penggunaan undang-undang salah satu bukti lemahnya sistem yang ada. Interpretasi ganda suatu hukum patutlah dicurigai, bagaimana tidak. Hukum yang harusnya bersifat tegas, berubah menjadi fleksibel dimata suatu kepentingan. Jika kepentingan itu untuk rakyat, tak masalah. Tapi jika hal tersebut hanya menguntungkan pribadi wakil rakyat, lantas dimana hak kita sebagai rakyat? Lemahnya sistem yang ada harusnya cukup menamparkan kita. Sepatutnya tidak membiarkan hal ini berlarut-larut terjadi.
Dalam islam dikenal suatu konsep dalam struktur kekhilafahan berbentuk lembaga yang berguna untuk mengatur penerimaan dan pengeluaran negara yang sering disebut dengan Baitul mal, tentunya tidak mengadalkan sektor perpajakan. Berbeda halnya dengan APBN yang kita ketahui. Pengeluaran pengguanaan baitul mal, dapat langsung diputuskan oleh seorang Khalifah (pemimpin negara) tanpa perku dilakukan rapat serta persetujuan oleh anggota dewan, seperti halnya yang sering kita ketahui dewasa ini.
Penyusunan anggaran belanja negara Khilafah juga tidak terikat dengan tahun fiskal sebagaimana dikenal dalam sistem ekonomi yang ada saat ini. Khalifah hanya tunduk pada garis-garis atau kaidah-kaidah yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Khalifah memiliki kewenangan penuh untuk mengatur pos-pos pengeluarannya, dan besaran dana yang harus dialokasikan, dengan mengacu pada prinsip kemaslahatan dan keadilan bagi seluruh rakyatnya, berdasarkan pada ketentuan yang telah digariskan oleh syariah Islam, agar harta tersebut tidak hanya berputar di kalangan orang-orang kaya saja
Sudah waktunya, kembali menilik sejarah. Dimana kita akan tersadarkan, bahwa ada solusi terbaik ditengah fatamorgana sistem demokrasi yang ada. Ditawarkannya sistem ini tak terlepas dari fokus utama pada rakyat. Sistem yang tak memiliki kerapuhan bukan hanya karena telah menjadi contoh dizaman dahulu, tetapi karena kebermanfaatannya untuk rakyat serta minimnya akses oknum untuk melakukan penyelewengan dana. Tersadarkannya rakyat dari kerapuhan serta kekurangan yang ada pada sistem ini, seharusnya menjadi alasan yang cukup bagi mereka untuk berfikir, lelah dirugikan mari bersatu kembali pada islam.

Jumat, 07 September 2018

HUJAN

Penulis : Tere Liye
Hal : 320 Halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Sebenarnya jauh dari lubuk hati ini, sudah lelah untuk baca novel, maunya buku yang rumit mungkin (?) 😂
alasan lain baca buku ini, tiba-tiba keinget zulfa aja soalnya ini bukunya, pas buka halaman pertamanya ada tanggalnya 31/10/16 ternyata bukunya sudah usia 1 tahun

Harapan saya sebagai pembaca, baca novel ini bakalan buat kita syahdu-syahduan karena bahasnya tentang hujan. jangan harap! novel ini salah besar. 
kamu akan dibawa pada suatu keadaan yang memaksa kamu mau tak mau belajar geografi, perubahan iklim dan segalanya, terus kapan bahas hujannya?

saya curiga penulisnya berkonspirasi wkwk, tepat dihalaman 200 ia sebutkan "kabar buruk, jangan pernah jatuh cinta saat hujan, karena besok ketika kamu patah hati, setiap hujan turun kamu akan teringat kenangan yang menyakitkan" gak boleh baper, namanya juga novel.

satu titik buku ini ingin mengajarkan kita, tentang banyak hal salah satunya iklim, bahwa manusia tidak boleh melakukan kerusakan pada alam, atau tunggu dampak yang akan terjadi

salah satu kata yang dikutip zulfa (dan saya setuju) yaitu : bukan melupakan yang jadi masalah. Tapi menerima. barangsiapa yang bisa menerima maka dia bisa melupakan. Tapi jika dia tak bisa menerima maka dia tak bisa melupakan.

Sama halnya dengan memaafkan, maafkan aku ya jika ada salah :')
#ResensiBuku
#IChallengeMySelf
#Baca1Buku1Hari

Reideologi Islam Membumikan Islam Sebagai Sistem


Penerjemah : Muhammad Hawari
Editor : Arief B. Iskandar
Penerbit : Al Azhar Press

Pertama kali liat buku ini, bawaanya jadi semangat, seperti menemukan "kamu kah jawaban dari pertanyaan yang kucari ?" *lebay* wkwk. dan ternyata benar saja, buku ini berupa harapan bahwa setelah tuntas membaca ini kita dapat menemukan jawaban dari pertanyaan terkait pemikran serta solusi dalam islam dan perbandingannya dengan 2 sistem lainnya yaitu Kapitalisme dan Sosialisme.

Berisikan tentang metode menjemput keimanan yang benar hingga membahas kepemimpinan ideologi bagi manusia merupakan salah satu buku yang saya sarankan untuk dibaca #AnakMudaJamanNow, kenapa? dengan ini kita tercerahkan, dengan ini kita gak bakalan mudah nyinyir " ih kenapa bahasnya politik sih?" "sok banget bahas kapitalis komunis padahal diri belum beres"

dengan halaman buku yang berjumlah 296 mungkin kamu akan menghela nafas membacanya *atau itu cuma saya* tapi bakalan sangat memuaskan lah, karena isi buku ini selain pemaparan awal dengan suatu materi, bahasan selanjutnya berupa diskusi dan pertanyaan yang bakalan sering kita tanyakan, salah satunya pada halaman 108.

muncul pertanyaan : kapan saatnya perselisihan diantara umat manusia harus berakhir?
jawab : ketika pemikiran akidah yang menjadi pemimpin, maksudnya pemikiran ini yang menghendaki kebaikan dan kemajuan bagi manusia manapun
(tentunya jawaban diatas sudah dijelaskan pada materi sebelum pertanyaan)

sebagai penutup, pada pertengahan buku ini semangat kita di kuatkan lagi dengan kata-kata" sebaik-baik sistem yang diterapkan adalah islam karena menjamin keselamatan dan kebaikan individu serta masyarakatnya.
Bangunlah, wahai umat islam, untuk memperjuangkan kesempatan ini, karena kelak anda sekalian akan dimintai pertanggung jawaban oleh Tuhan atas kesempatan yang anda sia-siakan & azab Tuhan amatlah keras. Yakinlah bahwa Allah tidak akan pernah menelantarkan Anda sekalian dan tidak akan meremehkan amal-amal Anda"

#ResensiBuku
#IChallengeMySelf
#Baca1Buku1Hari

Senin, 28 Mei 2018

Feminisme merebak, solusinya hanya islam

Assalamualaikum!
hari ini, ramadhan ke 13, sembari mengisi tanggal merah, aku diberi wangsit dari langit (canda, hehe). mulai saja ya


Mungkin kita sudah terbiasa dengan berita awal tahun ini tentang woman march 2018 dan dengan kata-kata nya yang paling fenomenal "Aurat Gue Bukan Urusan Lu", "Baju Gue Lu Urusin, Birahi Lu dibiarin" dan masih banyak lagi. Tapi tahukah kita, Pertengahan Mei baru-baru ini, siapa sangka Royal Wedding yang ditonton seluruh dunia yang begitu kita puja-puja sarat akan pesan feminisme. Menurut Tribunnews.com, janji pernikahan antara Pangeran Harry dengan Meghan Markle berisi sumpah pernikahan yang harusnya Meghan Markle menyebutkan "mematuhi" Pangeran Harry sepanjang pernikahan yang ia jalani, dengan sengaja ia hilangkan, padahal itu merupakan tradisi kerjaaan yang haus diucapkan. setelah di usut, ternyata Meghan Markle adalah salah satu aktivis feminisme yang telah lama menyuarakan isu feminisme, ia turut berperan di daerah Dubai dan Mumbai.

Flashback kembali, pada bulan maret kemarin diadakan woman march 2018 tidak terlepas dari adanya 8 tuntutan yaitu menghapus kebijakan yang diskriminatif, pengesahan berbagai hukum dan kebijakan, menjamin dan menyediakan akses pemulihan bagi korban kekerasaan, menghentikan intervensi negara terhadap tubuh (seriously?), diamping itu mereka menggunakan tagar #LawanBersama untuk suarakan asipirasi kaum perempuan.
Sementara itu, pada International Woman Day yang  jatuh pada tanggal 8 maret, tahun ini bertemakan  “Waktunya Sekarang : Aktivis pedesaan dan perkotaan mengubah kehidupan wanita”. Dengan bentuk kampanye serta march (jalan santai) mereka mengangkat isu pelecehan seksual, penyetaraan gaji hingga representatif wanita di dunia politik. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Kota NewYork pada tanggal 8 maret 2018 kemarin (unwomen.org)

Feminisme  berasal dari bahasa Prancis, dari kamus cambridge, feminisme berati suatu keyakinan wanita harus mempunyai hak yang sama, kekuasaan dan peluang sebagaimana laki-laki, dan diperlakukan dengan cara yang sama atau serangkaian kegiatan yang dimaksud untuk mencapai negara ini (Development of Feminism in english literature, 2016)

Awalnya feminisme muncul sekitar tahun 1850, salah satu dari banyaknya kelompok yang memprakarsai yaitu Maria Tubrinkova , dengan membawa isu perlawanan kondisi pekerjaan yang  isunya menyebar pada awal tahun 90an di daerah Inggris serta Amerika Selatan. Setelah mengalami beberapa fase, isu feminisme mengalami beberapa pergeseran tujuan (un.org). Puncaknya pada tahun 2014 diadakannya kampanye HeForShe yang bertujuan agar laki-laki diajak untukmengadvokasi hak-hak mereka, sehingga mereka dengan nyaman menyebut diri mereka juga femins (Development of Feminism in English Literature,2016)
Salah Satu Lembaga International bawahan dari PBB yaitu Woman March Global memiliki event berupa Free Saudi Woman Coalition (speak for the silent) yang berisikan sharing/ cerita  dari aktivis wanita arab, tentang bagaimana mereka merasa sangat terkekang karena tidak diperbolehkan mengendarai mobil tanpa didampingi penjaga, yang tujuan akhir dari sharing ini adalah bentuk dukungan serta donasi bagi wanita arab atas perlakuan yang mereka dapatkan(womanmarchglobal.com)

Tanpa sadar, Millenium Global Development atau yang biasa kita ketahui disingkat sebagai MDG’s yang merupakan  tujuan deklarasi millenium PBB sejak tahun 2000 target tercapai hingga 2015. Dari 8 tujuan yang ingin dicapai salah satunya berisikan tentang kesetaraan  gender dan pemberdayaan perempuan (undp.org). Setelahnya, program ini dilanjutkan dengan sebutan SDG’s (sustainable Development Goals) yang  memiliki target pencapaian hingga tahun 2030 (undp.org)

Menurut Makalah Pergerakan Feminisme di Indonesia, R.A  Kartini merupakan sosok yang memprakarsai adanya feminisme di Indonesia. Bersebab pingitan yang ia jalani serta poligami , memutuskan ia membuka sekolah bagi wanita di Pulau Jawa. Pada Tahun 2001, terungkap bahwa prioritas masalah yang muncul seperti jumlah pengambil keputusan perempuan yang sedikit, korban pelecehan, upah kerja lebih rendah, perempuan sebagai obyek seksual, perlindungan hukum terhadap rumah tangga di sebabkan karena tiga hal yaitu kondisi politik, kondisi sosio ekonomi serta ideologi & psikis.
Pada Kegiatan Feminist Fest tahun 2017, rappler.com mengungkapkan tantangn feminisme bagi millenial sebagai bahn kampanye yaitu:
a. Mengubah stigmatisme feminisme : bahwa tidak semua feminisme itu suka marah-marah, anti menikah, karena ada juga feminsme yang menikah
b  b. Tidak monolitik (satu aliran) : bahwa ada juga feminsime bentuk lain seperti feminis liberal yang mengutamakan individu, juga ada feminis marxisme.
    c. Bagian dari politik gaya hidup : millenial menganggap feminis menentang budaya dalam masyarakat, padahal feminisme hanya menyuarakan hak antara wanita dan laki-laki (rappler.com)

Sebaliknya, masih dibenua Eropa, di Amerika, muncul Komunitas Gerakan Woman Against Feminis. Salah satu aktivisnya menyebutkan “wanita dan laki-laki secara natural tidak setara, setidaknya dalam hal dasar berupa fungsi tubuh : Reproduksi”(womanagainstfeminist.com) Media  terpopuler di dunia  juga pernah mengangkat isu ini dengan pernyataan “ setidaknya mereka terjebak pada terminilogi antara “Equal” kesetaraan dengan “sameness” kesaamaan /persamaan karena secara fisik mereka berbeda (forbes.com)


Dalam islam, posisi wanita dan laki-laki dipandang sama sebagai mahluk Allah, dalam hal ini tujuannya untuk beribadah.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ



Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Dengan ini, telah ditegaskan bahwa Allah memandang  laki-laki dan perempuan itu sama dalam hal ibadah, dan janganlah sekali-kali meminta kesetaraan dalam segala aspek, karena telah disebutkan dalam surat An Nisa ayat 32
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا



Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu
Penciptaan wanita dan laki-laki yang sejak awal memang sudah berbeda , sehingga mereka memiliki peran yang berbeda. Jauh sebelum munculnya Feminisme di dunia , kita sudah diberikan pelajaran amat berharga sejak adanya Islam dimuka bumi ini. Simak cerita berikut, Suatu ketika Asma’ mendatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah yang di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan dan seluruhnya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah mengutusmu bagi seluruh laki-laki dan wanita, kemudian kami beriman kepada anda dan membai’at anda. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum laki-laki dan kami adalah tempat menyalurkan syahwatnya. Kamilah yang mengandung anak-anak mereka. Akan tetapi kaum laki-laki mendapat keutamaan melebihi kami dengan shalat Jum’at, mengantarkan jenazah, dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka dan mendidik anak-anak mereka. Maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?”

Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh kepada para sahabat dan bersabda, “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang agama yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?” Para sahabat menjawab, “Benar, kami belum pernah mendengarnya ya, Rasulullah!” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Kembalilah wahai Asma’ dan beritahukan kepada para wanita yang berada di belakangmu, bahwa perlakuan baik salah seorang di antara mereka kepada suaminya, upayanya untuk mendapat keridhaan suaminya, dan ketundukkannya untuk senantiasa mentaati suami, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum laki-laki.” Maka kembalilah Asma’ sambil bertahlil dan bertakbir merasa gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim) (muslimah.or.id)

Maka sesuai kata rasululah di akhir hayatnya, tetaplah berpegang kepada Al-Quran serta sunnahku niscaya kamu akan selamat. Hanya dengan islam solusi dari ketimpangan feminisme yang ada saat ini. Saat kita tidak menjadikan islam solusi, disitulah awal mula kehancuran pemikiran.
Terima Kasih Wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh :D
  

Selasa, 06 Februari 2018

Titik TERENDAH

memasuki tingkat dua dari masa percoassan. banyak rasa yang mulai dirasakan
pengen cepat selesai, pengen cepat selesai dari stase pengen cepat jadi dokter, dan sebagainya.
ditengah itu , karena terlalu lelah dalam masa ini jadinya bosan, malas belajar dan satu lagi, SAKIT.

ketika hal itu sudah berkumpul rasanya CAPEKKK sekali untuk mejalaninya, apa-apa bawaanya jadi tidak fokus, jadi pengen istirahat dilihatnya malah kayak anak yang malaas begitu..

cepat sembuh, setiap orang punya titik terendah, beberaa kali mengalami titk terendah selama perkoasan, mungin ini lagi rasanya, gak ada konsulen yang malesin, gak ada tugas yang susah, tapi menjalanninya terasa melelahkan

kamu survivor, pada akhirnya kita akan sampai ke garis finis, pertanyaanya kapan ? seberapa kuat kamu bertahan ? belajar saja terasa melelahkan bukan ? dengan kata SEMANGAT pun rasanya masih kurang.

kurang sandaran ke ALLAH jadinya begini nih, doakan aku semoga aku bertahan. bismillah semoga kamu belajar banyak buat bekal nanti :)

Minggu, 29 Oktober 2017

Pekan Qur'an Tadulako



Resume Seminar Qur’an : Pekan Qur’an Tadulako

Baru liat pertama kali poster dari seminar ini, dibenak saya langsung terpikir wah saya harus ikut ini, pasti acaranya keren abis. Dan benar saja, sesampainya saya disana pembukaan  diawali dengan lantunan ayat qur’an dilanjutkan dengan penampilan dari kafilah yang mengikuti lomba tahun ini di malang terkait korupsi yang pemaparannya buat saya merinding, keren sekali soalnya haha.

Materi I : Bagaimana membentuk generasi Qur’an
Oleh : Nurdin Hanafi, S.Ag

-Membaca al-qur’an harus dengan iman serta keikhlasan, sehingga dengan iman dapat memberikan manfaat sekaligus pahala
-Mengapa banyak yang malas baca qur’an kemungkinan besar karena tidak tahu manfaatnya
- kita harus yakin, islam itu akan tegak, dengan apa ? dengan qur’an karena hal itu telah disebutkan dalam al qur’an surat an nur ayat 55:
اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
-Dengan adanya janji itu bertambahlah semangat kita untuk berjayanya islam itu sekali lagi
-walau perppu ormas sudah disahkan tapi jika allah katakan barangsiapa yang memadamkan cahaya Allah dengan tipu daya, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya ( As saff ayat 8)
-tidak penting apakah kita hidup dizaman gemilang itu tapi bagaiamana kita turut andil untuk mengembalikan zaman itu
-setidaknya kita harus jadi pondasi bagi generasi dimasa depan
Saya terharu mendengarkan penjelasan beliau, seakan termotivasi lagi untuk turut andil demi berjayanya islam, pada akhir sesi materi 1, kita juga diajarkan cara menghafal Al-qur’an dengan mengulang 20 kali pada ayat yang sama- juga pada saat itu langsung dipratekkan (talaqqi sebanyak 3 kali)

Materi II : membentuk generasi Intelektual
Oleh : Dr. Ir. Muhd. Nur Sangadji, DEA

-Mengapa rata-rata orang Indonesia, susah berbahasa inggris ? karena mereka diajarkan berfikir dulu baru berbahasa
-padahal jika ingin berbahasa inggris, cara mempelajarinya ialah berbahasa dulu walau salah baru difikir
-kebiasaan kita adalah terlalu banyak memproduksi alasan, jadi mulai sekarang jangan sampai membuat alasan dan selalu terpacu untuk belajar

Tips yang dibawa pulang dari kedua pemateri
-Gunakan selalu al qur’an sebagai pedoman hidup
-bacaan harus diamalkan (sami’na wa ato’na)
-make a habit (kebiasaan akan muncul apabila selalu dilakukan berulang dan belajar dari kesalahan)
-buat critical situation agar kamu terpacu untuk terus bergerak dan belajar
-ikhlas
-dan letakkan dalam pikiranmu bahwa kamu bisa!

Ahad, 29 Oktober 2017
Lokasi : IT Center Universitas Tadulako

Tanggal 3-5 November Akan dilaksanakan Mukhayyam (Camping) Qur’an Mahasiswa, insya allah mau ikut juga kalo tidak ada halangan hehe

Art Of Dakwah


Art Of Dakwah

Penulis : Felix Y. Siauw
Visual : Emeralda Noor Achni
Penerbit : Al Fatih Press

Awal melihat buku ini, dari covernya saja tampak sangat menarik, sehingga dalam benak akan muncul pertanyaan, apa ya kira-kira isi buku ini? Pembahasan yang ringan, serta halaman yang full colour membuat kita tak mengira bahwa ketebalan bukunya adalah 160 Halaman.

Ada salah satu halaman yang buat saya kembali merenung, ah pada akhirnya semua tentang cinta, begitupun dakwah, dakwah itu ya cinta. karena aku ingin kamu merasakan nikmat keislaman yang aku rasakan. karena cinta pada saudara seakidahlah muncul dakwah untuk menyerukan kepada yang ma'ruf dan menjauhi yang mungkar

Halaman 49 adalah salah satu halaman yang membuat saya terharu dikatakan, dakwah adalah berbagi tentang apa yang kita rasakan, tentang apa yang orang lain rasakan, karena kita peduli, karena kita menyayangi mereka, dakwah itu cinta.

Karena kita mencintai Allah maka kita memahami bahwa dakwah itu kewajiban darinya, yang dahulunya di emban pada para Nabi & Rasul. Namun sekarang menjadi Amanah bagi umat muslim untuk melanjutkan.

Buku ini mengajarkan kita, bahwa jika kamu mencintai saudaramu, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdakwah. salah satunya dengan dengan dakwah visual. Dimana tampilan yang dikemas secara unik akan lebih sedap dipandang tentu tidak dengan mengubah konten dakwah.

#ResensiBuku
#artofdakwah
#IChallengeMySelf
#Baca1Buku1Hari

Sabtu, 28 Oktober 2017

Muslimah Zaman Now


Awalnya ikut kegiatan ini karena penasaran, apasih yang bakalan dibahas di muslimah zaman now, berkat pertemuan ini secara tidak langsung kita tersadarkan, bahwa ada jurang besar yang terbentang sehingga mengapa banyak sekali terjadi kerusakan pada anak muda zaman now. pada materi kedua dijelaskan tentang campur baur, dimana kita tak mengenal bahwa ada hukum islam yang mengatur tentang interaksi lawan jenis, yang mungin kita sudah tau, tapi dengan ikut kegiatan ini kita diingatkan kembali. Sekali lagi saya hanya mengikuti sebagian materi pada sesi pertama karena ada urusan yang dikerjakan terlebih dahulu

Materi I : Jika Hatimu Tersentuh Cinta
oleh : Ukhti Fahrunisa

Tanda-tanda cinta : kagum, berharap, banyak menyebut, berkorban, ridho.
jika belum siap menyelami cinta, jangan pacaran. karena menyelami cinta harus ada tahapan yang dipelajari terlebih dahulu.
yang perlu dilakukan agar tak terjebak kedalam aktivtas pacaran
-mengisi hari dengan beribadah (kualitas ibadah diperbaiki)
-menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat
-hijrah dari lingkungan yang dulu
-lakukan hobby sesuai passion
-bulatkan tekad untuk menikah

beberapa cara memantaskan diri:
-belajar ilmu agama
-belajar ilmu parenting
- menjaga kebersihan diri
-siap mental (karena sejatinya setelah menikah akan banyak probematika hidup yang harus dipecahkan bersama)

Materi II : Mengungkap Akar Masalah Pacaran
Oleh : Ukhti Muliananda

Kerusakan (contohnya pada kehidupan, seperti bencana alam) menghasilkan masalah yang dikarenakan salah satunya ialah pacaran
akar masalahnya karena manusia jauh dari syariat islam

1. kemaksiatan individu dan keluarga, islam tidak dijadikan landasan kehidupan pribadi, agama tidak dijadikan sebagai pengatur interaksi lawan jenis
2. kemaksiatan lingkungan : adanya sekulerisme yang merajalela dan dianggap wajar
3. pada akhirnya sekulerisme melahirkan generasi hedon

Lokasi : Refans Cafe
Pukul : 16.00-18.00 WITA

Jumat, 27 Oktober 2017

"Buat Mereka Tertawa Setelah Buat Mereka Menangis"

sebenarnya saya ketinggalan beberapa materi awal, sehingga resumenya tidak dimulai dari nomor 1. setelah dicermati materi ini terkait bagaimana kita memperlakukan kedua orang tua kita sehingga mereka tidak bersedih dengan apa yang telah kita perbuat pada mereka. dengan tidak dimulainya menuis resume dari angka 1 sangat memungkinkan terpotongnya informasi, tapi saya tetap ingin menuliskannya,

11. ketika orang tua sakit dampingi mereka
12. jangan sampai ketidaktahuannya buatmu merendahkannya
13. jangan tertawa terbahak-bahak meskipun ada yang konyol dari dirinya
14. bila ada kabar gembira, jadikan mereka yang pertama tahu
15. jaga kesehatan mereka
16. bila orang tua ingin safar dan engkau punya kelebihan dana, maka belikan ia tiket
17. jangan menceritakan kesedihanmu pada orang tuamu, kecuali sangat perlu ( contoh : perceraian)
18. antar orang tua bersilaturahmi ke keluarga yang lain
19. jangan terlalu serin memuji istri didepan ibu (untuk laki-laki)
20. jangan ikut campur masalah orang tua
21. jika ayah menikah lagi, diam-diam saja
22. jangan mengkritik penampilannya kecuali melanggar syariat
23. bila saudara menyakiti orang tua, minta maaflah pada mereka
24. jangan mengagetkannya dengan berita menyedihkan
25. ajarilah mereka agama
26. (sebenarnya ini adalah materi utama, harusnya berada diurutan pertama, tapi diletakkan diakhir supaya mudah diingat) Jadilah anak sholeh yang mendoakan orang tuanya

Lokasi : Masjid Al-Amanah, Ba'da Maghrib-Ba'da Isya

mungkin poin-poin yang diberikan sederhana, tapi sadar gak kita kalau hal diatas merupakan saran yang sangat kita perlukan ?
#ResumeMateri