Rabu, 16 Juli 2014

Malapetaka kata "Semangat"

Kata semangat biasa diartikan sebagai semacam pemberian kekuatan kepada orang tertentu sehingga dalam menjalani kehidupan orang tersebut tidak begitu lemas -____-. Sebenarnya ini lebay ya, menurut KBBI kata semangat berarti “1 roh kehidupan yg menjiwai segala makhluk, baik hidup maupun mati (menurut kepercayaan orang dulu dapat memberi kekuatan): seorang dukun di desanya dapat memanggil --; 2 seluruh kehidupan batin manusia: -- budak dan -- pengemis harus kita berantas sampai ke akar-akarnya; 3 isi dan maksud yg tersirat dl suatu kalimat (perbuatan, perjanjian, dsb): bertentangan dng -- perjanjian; 4 kekuatan (kegembiraan, gairah) batin: -- rakyat semakin berkobar setelah mendengar pidato itu; 5 perasaan hati: terpengaruh oleh -- kedaerahan; 6 nafsu (kemauan, gairah) untuk bekerja, berjuang, dsb: hendaknya diusahakan supaya -- bekerja para pegawai negeri jangan luntur; jatuh -- , hilang keberanian; cabar hati; kecut hati; keras -- , giat; bergairah; bertenaga; kuat -- , bertuah; kurang -- (lemah -- ), tidak bergairah;mempertinggi -- anjing, pb memperbaiki nama orang jahat (tentu sia-sia);”. Kenapa saya bilang malapetaka, flashback dari pengalaman saya, saya yang begitu terinfluence dengan film-film Korea biasa menggunakan kata-kata ini tanpa ada maksud dan tujuan tertentu hanya supaya bisa mirip-miripan seperti orang Korea yang berada di film. Sayangnya, berdasarkan persepsi saya, tidak semua orang mengartikan semangat itu sebagai sebuah kata penyemangat, kadang-kadang karena beberapa orang salah persepsi tentang arti kata semangat ini, mereka menyangka ada maksud terselubung dari kata yang saya ucapkan entah kata itu bermakna sarkastis ataupun bermakna romantis.

Kembali belajar dari pengalaman, sebelumnya sedikit saya jelaskan, saya tidak ingin menceritakan pengalaman saya mengenai hal tersebut karena itu privasi saya dan meskipun blog ini adalah blog saya -____-. Curhat sedikit, tahun ini akan menjadi tahun ketiga saya berkuliah dikedokteran. Dan sepanjang perkuliahan ini selalu saja terselip kisah-kisah merah jambu yang tidak seharusnya terjadi. Seperti yang pernah terjadi pada saya, entah ini saya yang terlalu percaya diri atau memang ini intuisi tajam dari diri saya. Sebut saja dia, dia ini teman saya, dan saya sadar akhir-akhir ini pertemanan kita sudah terlalu dekat dari biasanya. Dan saya yang tidak ingin menyebut diri saya jomblo akut, lebih tepatnya penyendiri, tidak ingin pertemanan itu lebih dari teman, dan hal ini terjadi beberapa kali dan kesalahpahaman sering terjadi tentunya. Saya jelaskan kembali, saya tidak ingin memulai hubungan lebih dari teman, selain banyak mudharatnya dari pada manfaatnya kedepannya jika hubungan itu terus berlanjut dan terjadi hal yang tidak diinginkan pada akhirnya kita akan menjadi jauh satu sama lainnya. Melelahkan menjadi musuh satu sama lain, meskipun tidak bisa dibilang musuh toh pada akhirnya kita jadinya becoming stranger person to each other. Saya tidak pantas diperjuangkan untuk hubungan lebih daripada teman itu dan siapa tahu, ini cuman bagian dari ke-GRan saya yang merasa disukai, gak apalah sekali-sekali hehehe. Ini pesan untuk siapa saja diluar sana, tidak ada maksud terselubung dari kata-kata ini. Pada akhirnya saya hanya ingin memperbaiki diri saya, saya sedang memantaskan diri saya, sedang menunggu dia yang siap mengucapkan ijab kabul untuk saya, bukan dia yang di masa kini mengejar sesuatu yang fana seperti hubungan yang tak pasti seperti itu, karena saya sedang berusaha mencintai sang Pencipta, Sang Pemilik cinta yang lebih berhak untuk saya cintai.


Kembali kepada cerita malapetaka semangat, entah karena simpati atau empati saya yang mungkin bagi orang lain tidak wajar menyebabkan mereka salah mengartikan dan menganggap “dia juga pasti suka saya karena dia sudah semangati saya” , sekali lagi saya tidak pernah bermaksud lebih dari sekedar mengatakan kata penyemangat, tidak ada maksud terselubung dari semua itu. Belajar dari pegalaman, saya menggunakan kata “jangan pernah merasa diberi harapan bahwa dia juga suka kamu” sebagai pegangan saya untuk beberapa tahun belakangan ini. Kesimpulan akhir dari tulisan ini, jadi apa adanya jangan pernah menyepelekan kata-kata penyemangat meskipun itu sebuah kata sederhana dan jangan pernah merasa diberi harapan hanya karena beberapa kata, tetap berpikir positif daaaaaannnnnnnn SEMANGATTT :D

Referensi : http://kbbi.web.id/semangat
Line

Tidak ada komentar:

Posting Komentar